Search This Blog

Saturday, July 18, 2009

Cinta itu seperti seseorang sedang menunggu Bis


Bis Pertama : 
Sebuah bis datang, dan kau bilang "wah... terlalu penuh, nggak bisa duduk nih! Aku tunggu bis berikutnya aja ahh" 

Bis Ke Dua : 
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata,"Aduh bisnya sudah tua dan jelek begini....nggak mau ah...." nunggu bis selanjutnya aja.

Bis Ketiga : 
Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja. 

Bis Ke Empat : 
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, kondisinya masih bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan",maka kamu membiarkan bis keempat pergi. 

Bis Kelima : 
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi Ke Kampus ato tempat kerja. Ketika bis kelima datang, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan menuju kampus ato tempat kerja!!! 


Renungan :
Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar "ideal" untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Tidak ada salahnya kita memiliki persyaratan untuk "calon", tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada "bis" yang berhenti di depan kita (tentunya dengan jurusan yang kita inginkan). 

Apabila ternyata memang "bis" itu tidak cocok, kita masih bisa berteriak, "Kiri" dan keluar dari bis. Maka memberi kesempatan pada "bis" lainnya, semuanya bergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus "jalan kaki menuju kampus" dalam arti meneruskan hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi. 

Cerita ini juga berarti, kalau kita benar-benar menemukan bis yang "kosong, masih baru, dan ber- AC, dan tentunya sejurusan", kita harus berusaha sekuat tenaga untuk memberhentikan bis tersebut dan masuk ke dalamnya, karena menemukan bis seperti itu adalah suatu berkat yang sangat berharga dan sangat berarti tapi tidak semua orang bisa mendapatkannya.

..:: Bila Si Dia Pendiam ::..


Siapa, sih, yang tidak mendambakan pasangan yang sempurna? Tetapi jangan lupa, tak ada satu pun di dunia ini yang sempurna. Semua pasti punya kekurangan, tinggal bagaimana cara kita mengantisipasi dan mengatasinya secara bijak.

Seperti kisah Rani, yang selalu merasa tak nyaman setiap kali berduaan dengan kekasihnya, Arman, yang begitu pendiam sehingga ia selalu kebingungan saat harus menghabiskan waktu berdua. Ujung-ujungnya, hubungan mereka berubah menjadi dingin dan merenggang karena tak ada koneksitas yang menyatukannya lagi. Sesuatu yang telah dibangun atas dasar kasih sayang, kandas secepat kilat.

Nah, agar hubungan Anda dengan Si Pendiam tak hancur lebur seperti kisah Rani dan Arman, simak beberapa tips berikut:

1. Pasanganku Unik!
Setiap individu diciptakan memiliki keunikannya masing-masing. Demikian juga Anda dan diri pasangan. Jadi, mulailah menggali segala keunikan yang ia miliki. Keunikan ini termasuk hobi dan kesenangannya. Bila Si Dia terlalu pendiam dan tertutup untuk mengemukakan dirinya, temukan lewat kegiatan keseharian yang biasa ia kerjakan. Bila Si Dia suka olahraga, tawarkan diri untuk sesekali berolahraga bersamanya. Bila perlu ajak pula teman-teman dekatnya sehingga Anda pun dapat mengenal siapa saja teman atau sahabat dari pasangan. Jangan malas untuk turut serta di setiap kegiatan yang diikutinya.

2. Kenali Sahabatnya
Ada pepatah mengatakan, diri kita yang sebenarnya tercermin dari sosok teman-teman dekat yang sering menghiasi perjalanan hidup kita untuk waktu yang lama. Nah, demikian juga dengan pasangan. Kenali lebih jauh siapa saja sahabat-sahabatnya. Carilah waktu untuk berkenalan lalu sesekali ajaklah teman dan sahabat Si Dia hang out bersama.

Terkadang, acara makan bersama mereka bisa dilakukan tanpa Si Dia di samping Anda. Jika sudah bisa kenal lebih dekat dengan sahabat-sahabatnya, mulailah menggali segala informasi positif mengenai pasangan yang mungkin belum Anda ketahui. Dengan demikian, Anda akan memiliki banyak bahan untuk diperbincangkan dengan Si Dia lebih mendalam. Pancinglah Si Pendiam keluar dari sarangnya.

3. Setiap Hal Punya Dua Sisi
Sering kali, dalam menjalin hubungan Anda dibuat terlena oleh sikap individualistis diri sendiri. Anda begitu terfokus pada diri dan kehidupan Anda. Sepertinya hanya Anda yang ingin diperhatikan, didengar semua keluh kesah, bahkan omelan-omelan yang disertai sederet hal-hal yang Anda tak sukai dari pasangan. Segeralah berubah! Segala sesuatu pasti memiliki dua sisi. Namun, semuanya harus ber-simbiosis mutualisme atau saling berhubungan satu sama lain.

Komunikasi baru berhasil baik bila terjalin dua arah. Mulailah untuk menjadi pemancing yang baik, fokuskan perhatian Anda hanya pada Si Dia. Buka pembicaraan dengan topik-topik yang diminati pasangan. Katakanlah, semua pria pasti tergila-gila pada sepak bola. Nah, pelajari dan perluas wawasan mengenai olahraga ini.

4. Nikmati "Kesunyian"
Tak jarang sifat diam itu justru menenangkan, lho! Jadi, jangan antipati dulu terhadap sifat pendiam yang dimiliki pasangan. Setelah capek dengan segudang rutinitas dan pekerjaan sehari-hari, terkadang bertemu pasangan bukanlah sarana untuk menumpahkan segala kekesalan kita yang dialami di kantor. Bila Anda sering melakukan hal ini, akan sangat disayangkan karena hubungan Anda berdua lama-kelamaan akan menjadi tidak sehat lagi, dan hanya akan dipenuhi oleh sampah keluh kesah Anda saja.

Justru momen kebersamaan dengan pasangan perlu dihabiskan dengan saling mengenal satu sama lain. Saling tertawa, atau bahkan diam tapi saling melempar senyum tulus tanda cinta kasih Anda terdalam dapat dilakukan. Hal ini tentu akan memberi makna lebih dalam daripada sekadar banyak bicara tapi hanya membahas segala hal yang menyebalkan. Diam, terkadang dapat menjadi obat yang menenangkan sekaligus melegakan. Silakan mencobanya sendiri!


5. Nikmati Desiran Ombak di Pantai
Kejenuhan rutinitas di tempat kerja atau kesibukan lainnya tentu telah menyita waktu, energi, dan pikiran Anda setiap harinya. Bahkan, senyuman Anda pun dapat hilang dalam sekejap. Untuk mengembalikan semua keceriaan, ternyata tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Bila Anda memaksakan diri atau menuntut pasangan untuk terus ceria, tersenyum, dan memiliki segudang hal lucu untuk diceritakan, Anda salah! Setiap manusia perlu kondisi yang dinamakan take a break.

Apa yang bisa dilakukan? Ambil cuti dan berliburlah! Pergilah ke pantai dan berdiam dirilah mendengarkan desiran nyiur dan deruan ombak pantai bersama pasangan. Rileks dan tenggelamkan diri Anda berdua dalam suasana sunyi sambil ditemani pasir pantai yang melekat di kaki Anda berdua. Nikmati bersama saat matahari tenggelam. Bicarakan topik hanya seputar betapa indahnya pantai saat itu, jangan yang lain. Hilanglah sejenak dalam keheningan dari hiruk pikuknya dunia metropolitan yang membuat Anda berdua makin panas. Tenangkan diri, ikuti proses diam sang pasangan, dan nikmatilah liburan Anda berdua!

6. Bicara dari Hati ke Hati
Jika pasangan Anda benar-benar pendiam, itu sama saja dengan Anda juga seorang yang pendiam. Akan sangat sulit menjalin hubungan ke level selanjutnya atau lebih serius. Bila Anda di posisi seperti ini, tapi ingin mempertahankan cinta kasih di antara Anda berdua, ajaklah Si Dia untuk berbicara dari hati ke hati. Tanyakan tanpa bermaksud menyinggung perasaannya, apa yang telah membuat dirinya begitu pendiam. Begitu juga Anda, jujurlah padanya apa yang membuat Anda menjadi pendiam terhadapnya.

Tak jarang, orang menjadi pendiam karena merasa canggung, malu, sungkan, bingung, takut kalau-kalau pasangannya menertawakannya atau menganggap sepele cerita hebatnya, minder karena merasa lebih pintar, dan masih banyak faktor lainnya. Jadi, mengapa Anda tak berinisiatif terlebih dahulu untuk mengajaknya berdiskusi dan berbagi kisah atau latar belakang tentang sifat pendiamnya? Setelah Anda mengetahui apa yang melatarbelakangi sifat pendiamnya, akan lebih mudah untuk menelusuri lebih dalam jiwanya sehingga membuatnya nyaman berbicara dan berbagi kisah dengan Anda.

Calamari saus Tartar


BAHAN:
Saus Tartar:
3 kuning telur ayam
250 ml minyak zaitun
2 sdm peterseli cincang
1 sdm capers cincang halus *)
1 sdm gherkins, cincang halus**)
2 sdm air jeruk lemon
1 sdm mustard dijon
1 sdm bawang putih cincang
1 sdt gula pasir

Calamari:
500 g cumi-cumi ukuran besar
1 sdt garam
2 sdt cuka masak
150 g tepung terigu serbaguna
4 sdm tepung maizena
1 sdr soda kue
¼ sdt garam
½ sdt merica bubuk
Minyak untuk menggoreng 

CARA MEMBUAT:
Saus: Kocok kuning telur hingga putih dan lembut. Masukkan minyak zaitun sedikit demi sedikit sambil terus kocok hingga adonan kental.
Masukkan peterseli, capers, gherkins, air jeruk lemon, mustard, bawang putih, dan gula pasir. Aduk rata. Sisihkan.
Cumi: Cuci bersih cumi, buang tinta, tulang rawan, dan kulit cumi. Potong-potong tipis melingkar. Lumuri dengan garam dan cuka sambil diremas-remas.
Campur tepung terigu, tepung maizena, soda kue, garam, dan merica bubuk ke dalam kantong plastik yang besar, kocok rata. Masukkan potongan cumi ke dalam kantong plastik, kocok sampai potongan cumi tersalut campuran tepung.
Goreng cumi dalam minyak panas sedang hingga kecokelatan. Angkat, tiriskan. Sajikan dengan saus tartar.
*) Capers: Buah kecil sebesar ujung jari kelingking, berwarna hijau, berbentuk hampir bulat, dan bercita rasa asam. Dijual dalam bentuk acar dalam kemasan botol kaca atau kalengan.
**) Gerkhins: Sejenis mentimun kecil yang dibuat acar. Dijual dalam kemasan botol kaca atau kalengan.

Untuk 6 porsi
Kalori per porsi: 494 kal

FETTUCCINE UDANG RICA-RICA


BAHAN:
300 g pasta fettuccine, rebus*)
500 g udang ukuran sedang, kupas
2 sdm air jeruk nipis
4 sdm minyak, untuk menumis
1 lembar daun pandan, simpulkan
2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
6 lembar daun jeruk purut
2 buah tomat merah, potong dadu 1 cm
100 ml air
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk

Bumbu, haluskan:
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
7 buah cabai merah besar
15 buah cabai rawit 

Pelengkap:
3 lembar daun jeruk, iris halus

CARA MEMBUAT:
Lumuri udang dengan air jeruk nipis hingga rata. Sisihkan.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun pandan, serai, daun jeruk purut, dan tomat, aduk-aduk hingga tomat layu.
Masukkan udang, aduk rata. Tuang air, aduk rata. Masak hingga udang berubah warna. Bubuhi garam, gula, dan merica, aduk rata hingga semua bahan matang. Angkat.
Siramkan di atas pasta. Sajikan segera.
*) Fettuccine: Pasta berbentuk panjang dan pipih dengan lebar ± ½ cm.

Untuk 6 porsi
kalori per porsi : 343 Kalori

Chocolate Pie


Bahan (adonan pie):
280 gr tepung terigu } aduk rata, ayak
90 gr cokelat bubuk }
115 gr gula pasir
1/4 sdt garam
200 gr mentega tawar
1 kuning telur 

Isi:
85 gr dark cooking chocolate, potong-potong
200 gr kacang pecan, potong-potong
100 gr kacang pecan utuh
85 gr mentega tawar
175 gr gula palem
30 gr tepung terigu
3 btr telur, kocok lepas
30 ml krim kental 

Cara membuat:
1. Buat pie: taruh dalam wadah campuran tepung terigu, cokelat bubuk, gula pasir, dan garam, aduk rata.
2. Masukkan mentega dan kuning telur, aduk dengan spatula sampai adonan rata dan berbutir-butir. Bulatkan adonan, bungkus plastik, simpan dalam lemari es selama 15 menit.
3. Keluarkan adonan dari lemari es, gilas setebal 1 cm. Bentuk adonan hingga berbentuk lingkaran sesuai ukuran loyang. Rapikan adonan ke seluruh bagian loyang sambil dipadatkan, panggang selama 15 menit.
4. Buat isi: lelehkan dark cooking chocolate, sisihkan.
5. Campur mentega dan gula palem, masukkan tepung terigu, aduk rata. Masukkan telur, krim kental, cokelat leleh, dan potongan kacang pecan, aduk rata, tuang ke loyang berisi kulit pie.
6. Susun kacang pecan utuh di atas permukaan adonan, panggang sampai bagian atasnya kering selama 30 menit. Keluarkan loyang, tutup dengan kertas aluminium, panggang lagi sampai matang selama 25 menit.
Untuk 8 orang

Telur Puyuh Bumbu Kunyit


Bahan:
20 btr telur puyuh, rebus, kupas
300 gr kentang, potong kotak
1 cm, goreng matang
10 bh cabai rawit utuh
2 btg serai, memarkan
2 lbr daun salam
100 ml air
2 btg daun bawang, potong-potong
3 sdm minyak untuk menumis 

Haluskan: 
5 bh cabai merah
6 bh bawang merah
3 siung bawang putih
3 cm kunyit
3 bh kemiri
11/2 sdt garam 

Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus, serai, dan daun salam sampai harum. Masukkan kentang dan cabai rawit, aduk rata. Lalu, tuang air, aduk rata.
2. Masukkan telur puyuh, aduk sampai bumbu meresap.
3. Menjelang diangkat masukkan daun bawang, aduk rata. Angkat, hidangkan dengan nasi hangat. 

Untuk 5 orang

Udang Bakar Bumbu Pedas


Bahan:
15 ekor udang besar
100 ml santan kental
2 sdm air asam jawa
tusuk sate

Haluskan:
10 bh cabai merah
7 bh bawang merah
2 siung bawang putih
5 btr kemiri
1/2 sdt terasi
1 sdt garam
1 sdt gula pasir

Cara membuat:
1. Bersihkan udang, kupas kulitnya, sisihkan.
2. Campur bumbu halus dengan santan dan air asam, masukkan udang, aduk rata.
3. Belah tusuk sate dari bagian ujung sampai kira-kira ke tengah bagian tusuk sate. Ambil 2 bh tusuk sate, jepit bagian pangkalnya. Jepitkan 3 ekor udang ke tusuk sate, ikat kedua ujungnya.
4. Bakar udang di atas bara arang sampai harum dan matang.

Untuk 5 orang

Orak Arik Tahu & Ikan Pindang


Bahan I: 
1 bh tahu cina, goreng, cincang 
2 bh wortel, serut 
1/2 bh kol, rajang halus 
2 btg daun bawang 
3 btr telur 
2 ekor ikan tongkol, goreng, suwir 
5 bh bawang merah, rajang 
4 sdm minyak goreng 
1 sdt garam 
2 sdt gula 
1 sdm kecap manis 

Bahan II ( sambal terasi ): 
3 bh cabai merah 
1/2 bh tomat 
3 bh bawang merah 
1 sdt terasi 
1/2 sdt garam 
1 sdt gula 

Cara Membuat: 
1. Sambal terasi: goreng semua bahan II kecuali garam dan gula hingga matang kemudian haluskan. 
2. Tumis bawang merah dan sambal terasi. Masukan telur, buat orak arik. 
3. Tambahkan semua bahan I, masak hingga matang dan sayuran cukup layu. Angkat, sajikan. 

Untuk 4 porsi

Balado Ikan Tenggiri


Bahan: 
1 ekor ikan tenggiri, potong menurut selera 
12 bh bawang merah tumbuk kasar 
3 siung bawang putih tumbuk kasar 
2 lbr daun jeruk 
2 btg serai memarkan 
minyak untuk mengoreng 

Haluskan: 
50 gr cabai giling 
2 cm jahe 
2 cm kunyit 
2 cm lengkuas 

Cara membuat: 
1. Lumuri ikan tenggiri dalam garam dan air jeruk nipis, diamkan selama 15 menit. Panaskan minyak, goreng ikan hingga berwarna kuning kecokelatan, angkat, sisihkan. 
2. Panaskan 3 sendok makan minyak goreng, tumis bawang merah, bawang putih hingga harum, masukkan cabai giling, daun jeruk, dan serai, masak hingga bumbu matang. Kecilkan api, tuang air jeruk nipis, aduk rata, masukkan ikan goreng, masak hingga ikan terlumuri bumbu. 

Untuk 6 orang

Bebek Bumbu Pedas


Bahan:
1 ekor bebek, potong jadi 6 bagian
½ sdt cuka
1 sdt garam
3 lembar daun jeruk
3 cm jahe, memarkan
400 ml air
1 bh tomat, potong-potong
3 sdm minyak goreng

Haluskan:
5 bh cabai merah
3 bh cabai rawit
7 bh bawang merah
4 siung bawang putih
6 bh kemiri sangrai
1 sdt ketumbar
1 sdt terasi
1 sdt garam

Cara Membuat:
1. Lumuri bebek dengan cuka dan garam. Diamkan 15 menit, cuci bersih, sisihkan.
2. Tumis bumbu halus, daun jeruk, dan jahe sampai harum, masukkan bebek, aduk hingga berubah warna.
3. Tuang air, masak hingga bebek empuk. Masukkan tomat, masak hingga kuah mengental dan bumbu meresap.

Untuk 6 orang